Amonium Nitrat Juga Pernah Membuat Ledakan Besar di 4 Kota Ini Selain Beirut Lebanon



Pada Rabu. 5 Agustus 2020, presiden Lebanon Michel Aoun melakukan pertemuan kabinet darurat. Keadaan darurat selama dua minggu diumumkan menyusulterkait besar di Beirut yang menewaskanpuluhan orang dan melukai ribuan lainnya. Ledakan dahsyat yang terjadi Selasa, 4 Agustus 2020 mengirim gelombang kejutan di seluruh kota.

Insiden tersebut juga menyebabkan kerusakan luas bahkan di pinggiran ibukota. Seperti dikutipAl Jazeera, para pejabat mengatakan mereka memperkirakan korban tewas akan meningkat ketika para pekerja darurat menggali puing puing untuk menyelamatkan orang dan mengangkat yang mereka meninggal. Penyebab ledakan tersebut belum diketahui jelas.

Ledakan dahsyat yang dipicu amonium nitrat di Beirut itu bukan kasus pertama di dunia. Sebelumnya sudah ada 4 kejadian dengan penyebab zat bahan dasar pupuk serta peledak itu. Empat insiden lainnya jugamemakan ratusan korban jiwa serta membuat kota porak poranda.

Bahkan tragedi amonium nitrat sudah terjadi sejak 1921, lalu ada insiden ketika jangkar seberat 2 ton terlempar sampai 2,5 kilometer jauhnya. Berikut adalah daftar insiden ledakan amonium nitrat: Terjadi pada 21 September 1921, ledakan di Oppau, Jerman, berlokasi di gudang yang menyimpan 4.500 ton amonium sulfat dan amonium nitrat.

TapRoot memberitakan, ledakan ini menewaskan 500 600 korban jiwa dan lebih dari 2.000 orang luka luka. Ledakan itu langsung menghancurkan pabrik dan lingkungan sekitarnya. Pada 1911 pabrik Oppau memproduksi amonium sulfat ketika Jerman kesulitan mendapat sulfur selama Perang Dunia I.

Di waktu yang bersamaan mereka juga memproduksi amonium nitrat. 16 April 1947, kapal Perancis bernama SS Grandcamp membawa hampir 2.300 ton amonium nitrat di Teluk Galveston. Kapal itu berlabuh di Texas City.

Kemudian di dekatnya ada kapal High Flyer yang mengangkut 800 ton amonium nitrat serta sulfur. Tragedi bermula pada pagi hari, ketika asap terlihat dari kapal Grandcamp. Kobaran api butuh berjam jam untuk dipadamkan. Namun panas serta tekanan yang dihasilkan dari kebakaran itu memicu ledakan amonium nitrat sekitar pukul 9 pagi.

Akibat ledakan besar itu, besi besi dari puing puing kapal beterbangan ke langit, dan bangunan bangunan di dekatnya rata dengan tanah. Bahkan, jangkar seberat 2 ton dari kapal Grandcamp terlempar sejauh 2,5 kilometer. Kapal High Flyer kemudian ikut meledak, akibat muatan amonium nitratnya terpicu api.

Begitu pun dengan pabrik kimia di dekatnya yang ikut meledak, tapi ledakannya lebih kecil. Insiden ini menewaskan semua kru kapal Grandcamp, lalu dari 28 petugas pemadam kebakaran Texas City hanya satu yang selamat. Dilansir dariKSAT.comRabu (5/8/2020), total ratusan orang tewas, lebih dari 5.000 luka luka, dan ratusan rumah hancur.

17 Agustus 2015, sebuah pabrik di Tianjin, Provinsi Hebei, China, meledak akibat amonium nitrat. Ledakan ini menewaskan 173 orang termasuk 80 petugas damkar, lalu melukai 800 orang lebih dan menghancurkan lebih dari 300 rumah. Ledakan dipicu oleh 11.300 bahan bahan kimia berbahaya yang disimpan secara ilegal. Insiden bermula dari kapas nitro yang mengering dan terbakar sendiri dalam tong, lalu merembet ke bahan bahan kimia di dekatnya termasuk amonium nitrat.

The Independentpada Jumat (19/8/2016) melaporkan, akibat insiden ini lokasi pabrik berdiri langsung menjadi cekungan seperti kawah. CNNpada 19 April 2013 memberitakan, ledakan besar terjadi di pabrik pupuk West Texas yang menewaskan 35 orang termasuk 10 petugas damkar. Sementara itu lebih dari 160 orang luka luka.

Kepala Deputi Shetiff McLennan County, Matt Cawthon, berkata daerah di sekitar lokasi kejadian memang sangat rawan karena adanya amonium nitrat di pabrik itu. "Itu seperti bom nuklir yang meledak," kata Wali Kota Tommy Muska. Beruntung api bisa segera dipadamkan karena terbantu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *