DKI Tutup Sementara 8 Kantor yang Langgar Protokol Kesehatan Covid-19 Serang Perkantoran



Penyebaran virus corona atau Covid 19 di lingkunganperkantoran Jakarta menjadi sorotan. Sebaran kasus di klaster perkantoran initergolong tinggi. Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan pemantauan aktivitasperkantoran di masa PSBB Transisi ini.

Dari hasil pemantauan, ditemukan ada delapan perusahaan yang melanggar protokol kesehatan. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrangi)DKIJakarta Andri Yansyah mengatakan pihaknya telah menutup sementaradelapan perusahaantersebut. "Ada delapan kantor dilakukan penutupan sampai saat ini, mungkin ada penambahan," ucapnya, Kamis (30/7/2020).

Meski demikian, Andri enggan menyebut delapanperusahaanyang ditutup tersebut. Sebab, dirinya memgaku tak memiliki kewenangan untuk mengekspos nama dari 8perusahaanpelanggarprotokolkesehatanitu. "Kamu belum memiliki kewenangan untuk eksposperusahaan. Tapi by name by address ada," ujarnya.

Selain itu, sampai saat ini tercatat ada 101perusahaanyang telah mendapat peringatan sebanyak dua kali. Mayoritasperusahaanitu tak mematuhi protokol pencegahan Covid 19 terkait kapasitas 50 persen pegawai yang diizinkan bekerja di kantor. "Ada 2.891 perusahaan yang sampai saat ini sudah kami periksa. Rinciannya, ada 251 kami beri peringatakan pertama dan 101 peringatan kedua," kata Andri.

Dikatakan Andri, pelanggaran protokol ini yang menjadi salah satu pemicu maraknya klaster penularanCovid 19 di area perkantoran. Klaster perkantoran sendiri menyumbang 3,6 persen dari total jumlah kasus positif Covid 19 di ibu kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *