Karena terbakar api cemburu, pria bernama Felliy Ferdianto nekat menganiaya kekasihnya sendiri. Karena tak terima, sang pacar kemudian melaporkan Felly ke polisi. Kasus penganiayaan oleh pemuda asal Probolinggo, Jawa Timur, ini dipicu oleh rasa cemburu pelaku lantaran kekasihnya masih berhubungan dengan sang mantan. Diketahui, keduanya baru lima bulan menjalin hubungan. Sementara itu, keduanya tinggal di dalam satu kamar indekos meskipun belum menikah.

Lantaran cemburu, tanpa ampun, pelaku menghajar kekasihnya yang berprofesi sebagai sales tersebut. Pelaku membenturkan kepala korban ke tembok. Sosok cewek sales yang menjadi korban penganiayaan pacarnya sendiri ini diketahui berinisial LS, warga Sidoarjo.

Penganiayaan yang dilakukan pasangan kekasih ini sudah ditangani polisi dan pelaku sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih mengatakan, pelaku ditangkap setelah orang tua korban melapor tak terima anaknya dianiaya pelaku. Penganiayaan tersebut dilakukan tersangka ke korban di kamar indekos Jalan Siwalankerto tepatnya Rabu (28/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Tersangka melakukan pemukulan menendang perut, seluruh bagian tubuh korban dan membenturkan kepala ke tembok dan hal tersebut dilakukan berulang kali," ujar Masdawati, Jumat, (30/10/2020). Masih kata Masdawati, penganiayaan ini dipicu karena tersangka cemburu dengan korban. Sebab, korban masih sering menjalin komunikasi dengan mantannya.

"Motifnya cemburu pacarnya sering hubungi mantan pacarnya." "Mereka tinggal satu kamar kos kosan, tapi masih pacaran," terangnya. Tersangka Felliy Ferdianto mengakui perbuatannya karena ia merasa kesal dan cemburu.

Pemuda 20 tahun ini ditahan di Mapolsek Wonocolo. Pria asal Probolinggo ini dilaporkan pacarnya sendiri. Akibat tindakan brutal pelaku, tubuh korban mengalami memar semua.

"Saya kesal. Karena dia (korban) sering menghubungi mantannya," akui Ferdianto saat ditahan di Polsek Wonocolo, Jumat (30/10/2020). Ferdianto mengaku sudah lima bulan pacaran dengan korban. Ia mengakui memang benar sudah tinggal satu kos dengan korban.

Padahal, keduanya masih pacaran dan belum menikah. "Tinggal satu kos. Karena satu kerjaan sebagai sales," sambungnya. Akibat ulahnya, tersangka dikenakan pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan.

Tersangka terancam hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *