Seoul, Korea Selatan kembali menerapkan social distancing secara ketat mulai 15 Agustus 2020 lalu. Kasus Covid 19 kembali tinggi usai penyebaran di Gereja sentral Seoul di tanggal tersebut. Hasil tracing dari pasien positif di gereja tersebut mencapai 841 seperti yang dikutip dari Korea Herald.

Kemudian kasus baru perharinya mencapai lebih dari 300. Selama sekitar 10 hari, tercatat mencapai 2629 kasus. Dilakukan tracing dari kembali naiknya kasus Covid 19 di Korea.

Kasus dari klaster lain seperti supermarket, rumah sakit, dan cafe juga tinggi. Tingginya kasus positif Covid 19 membuat Korea Selatan kembali memperketat social distancing terutama di Seoul. Tempat tempat umum kembali dilarang beroperasi.

Seperti klub, karaoke, internet cafe, dan lain sebagainya. Perkumpulan lebih dari 50 orang di dalam ruangan dan juga 100 orang di luar ruangan dilarang. Alhasil, kondisi Korea Selatan kembali sepi seperti waktu lockdown.

Himbauan social distancing akan dikurangi setelah kasus Covid 19 mencapai 100 hingga 200 per dua minggu. Masih dikutip dari Korea Herald, pasien positif Covid 19 tampaknya sudah turun. Pada 23 Agustus 2020, kasus yang tercatat ada 266 kasus.

Pertamakalinya berada di bawah 300 selama sekitar 4 hari. Dimana 258 adalah transmisi lokal dan 8 merupakan transmisi dari luar negeri. Dengan total kasus mencapai 17.665.

Total pasien yang meninggal karena Covid 19 adalahh 309 (24/8/2020). Negeri ginseng ini telah melakukan tes hingga 1.804.422 dan 47.995 tengah menunggu hasil. OtoritasKorea Utara menemukan dugaan kasusCovid 19 untuk pertama kalinya,

Walhasil, merekamengkarantina kota perbatasanKaesong. Peristiwa ini dilaporkan oleh media pemerintah Korea UtaraKCNApada Minggu (26/7/2020). Pasien dugaan positif virus corona pertama di Korut itu ditemukan dikota yang berbatasan langsung denganKorea Selatan.

Dia dikarantina dengan ketat. Termasuk semua orang yang pernah berkontak dengan pasien tersebut. Dilansir dariAFPvia Kompas.com, Pemimpin Korea UtaraKim Jong Unmengadakan pertemuan darurat dengan politbiro partai pada Sabtu (25/7/2020).

Mereka membahas penerapan sistem darurat maksimum dan mengeluarkan peringatan kelas atas untuk mengendalikan penyebaranvirus corona. Jika pasien tersebut dikonfirmasi positif, maka itu akan menjadi kasus positif Covid 19 pertama yang diakui oleh Korea Utara. Selama ini, Korea Utara dicap pihak barat memiliki fasilitas kesehatan yang tidak memadai.

KCNAmelaporkan seorang pembelot yang telah pergi ke Korea Selatan tiga tahun lalu kembali pada 19 Juli ke Korea Utara. Media tersebut juga mengatakan pembelot tersebut menyeberangi perbatasan secara ilegal. Namun Korea Selatan belum melaporkan adanya orang yang menyeberang di perbatsan Korea Utara dan Korea Selatan.

Pyongyang sebelumnya menegaskan tidak ada satu pun kasus positif virus corona yang terlihat di Korea Utara meskipun Covid 19 telah menyebar di seluruh dunia. Korea Utara menutup perbatasannya pada akhir Januari ketika virus corona mulai menyebar di China. Otoritas Korea Utara juga memberlakukan pembatasan ketat yang membuat ribuan orang dikarantina.

Namun para analis mengatakan Korea Utara tidak mungkin terhindar dari pandemi virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *