Kolektor sekaligus penjual uang kuno asal Purbalingga,Jawa Tengah, Sutomo ikut memberikan tanggapannya soal pernyataan Istana yang sebut uang baru pecahan Rp 75 ribu jadi alat pemersatu bangsa. Pria yang akrab disapa Kang Tomo ini mengaku sependapat dengan pernyataan tersebut. Baginya, pernyataan tentang pecahan uang Rp 75 ribu sebagai alat pemersatu bangsa bukanlah sesuatu yang berlebihan.

"Kalau menurut saya nggak berlebihan. Karena itu sebuah harapan kita semua. Apalagi beberapa tahun terakhir bangsa ini sering muncul isu isu yang meresahkan persatuan bangsa." "Semoga peringatan HUT RI ke 75, dengan diterbitkannya pecahan Rp 75 ribu kita semua kembali sadar betul kalau persatuan dan kesatuan bangsa adalah harga mati," tegasnya. Kang Tomo dalam pesan WhatsApp juga tidak lupa membeberkan sejumlah keistimewaan dari uang baru ini.

Utamanya menujukkan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. "Disamping gambar uang tersebut tentang keanekaragaman budaya kita." "Juga sebagai pengingat kita tentang 75 tahun Indonesia merdeka."

"Hal yang patut kita syukuri, kita telah melewati banyak rintangan yang menghadang selama 75 tahun Indonesia merdeka, Alhamdulillah sampai hari ini Indonesia tetap kokoh berdiri," kata dia. Terakhir, Kang Tomo berharap untuk masyarakat yang sudah mendapatkanuang edisi khusus ini ada baiknya disimpan dengan baik. "Jangan dilipat seperti uang pada umumnya, uang ini terbatas walaupun sah sebagai alat transaksi, tapi lebih banyak yang menyimpan sebagai koleksi, bersanding dengan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) yang telah diterbitkan sebelumnya," tandasnya.

Pemerintah melalui Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyatakan, Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 Tahun Republik Indonesia senilai Rp 75 Ribu melambangkan kebangkitan dan optimisme Indonesia. Pencetakan uang ini juga dilakukan sedemikian ketat dan jadi antusiasme masyarakat, khususnya untuk generasi muda untuk menyongsong masa depan. "Antusiasme masyarakat dari ujung Aceh hingga Papua juga menunjukkan bahwa UPK 75 tahun ini juga menjadipemersatu bangsakarena mereka juga bersatu mencari uang ini," ujarnya, Rabu (26/8/2020).

Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim menjelaskan, uang Rp 75 ribu ini tidak ada batas untuk kalangan tertentu saja atau eksklusivitas. "Nilainya semua sama yaitu Rp75.000, memberikan kesempatan sama bagi masyarakat, tidak ada eksklusivitas dalam hal ini," katanya. Adapun, dia menambahkan, rencana penerbitan UPK selama 2 tahun sebelumnya dilakukan dengan berkumpul dan berdiskusi dengan para budayawan, sejarawan, kementerian, dan pemerintah daerah.

"Hingga akhirnya, diperoleh filosofi 3 M di setiap lembaran UPK 75 tahun ini yakni mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinekaan, dan menyongsong masa depan gemilang," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *