Komitmen 10 Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi Cegah Penyebaran Covid-19 di Klaster Industri



Sebanyak 10 kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meluncurkan program Masker Sehati, yakni masyarakat bersama sepakat sehat aman untuk negeri. Program ini sebagai upaya pencegahan dan penyebaran Covid 19 dari klaster industri di Kabupaten Bekasi dan sekaligus kampanye penggunaan masker kepada masyarakat. Adapun kawasan industri tersebut adalah Jabebeka, MM2100, EJIP, Hyundai, Gobel, Deltamas (GIIC), KITIC, KIIC, Marunda Center, dan Delta Silicon Lippo Cikarang.

Perwakilan kawasan industri menandatangani komitmen bersama untuk mengawasi, mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid 19 di kawasan industri Kabupaten Bekasi, bersama. Penandatangan juga dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, serta forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi. Presiden Direktur Lippo Cikarang Simon Subiyanto mengatakan, memasuki adaptasi kebiasaan baru ini, upaya penerapan protokol kesehatan secara ketat dapat mencegah dan menangkal Covid 19, tidak boleh kendor,.

“Untuk itu, perlu terus didukung dan digalakkan. Begitu pula kebiasaan hidup bersih, mencuci tangan, menggunakan masker menjaga jarak menghindari kerumunan yang berlebihan, harus tetap kita laksanakan,” ungkap Simon di MaxxBox Lippo Cikarang belum lama ini. Lippo Cikarang dan sembilan kawasan industri lainnya, mengapresiasi Kapolda Metro Jaya dan jajarannya yang terjun langsung melakukan sosialisasi penggunaan masker sebagai wujud komitmen pengawasan dan pencegahan penyebaran Covid 19 di kawasan industri Kabupaten Bekasi. “Kiranya, sosialisasi ini semakin memicu kesadaran kami di kawasan industri untuk menerapkannya. Kami berharap, tidak ada lagi klaster baru yang terjadi di kawasan industri Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

Kapolda berharap dengan peran aktif sektor industri menerapkan standar protokol kesehatan, akan dapat meminimalisir penyebaran virus Covid 19 ditengah kebijakan AKB yang dikeluarkan pemerintah "Ketika memasuki era new normal masyarakat lupa atau bahkan abai menerapkan kembali protokol kesehatan, seperti saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," katanya. Untuk itu, kata dia Presiden Jokowi mengganti new normal menjadi adaptasi kebiasaan baru tetapi ketika masuk era adaptasi kebiasaan baru, mereka mengembalikan lagi seperti kondisi normal.

“Yang tadinya, satu ruangan di isi dua orang dikembalikan lagi menjadi empat orang. Bahkan, pegawai yang masuk menjadi 100 persen dan mengabaikan protokol Covid 19,” tuturnya. Dia juga meminta kepada pengelola kawasan atau manajemen pabrik untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh karyawan, saat pegawai berangkat ke pabrik dan pulang ke rumah. “Itu harus diketahui kondisi masing masing pegawai. Kemarin, terlupakan sehingga terjadi kasus klaster industri,” imbuhnya.

Dengan lonjakan kasus dari klaster industri, jajaran Forkopimda Kabupaten Bekasi menerapkan strategi jitu, yakni menerapkan pengawasan hingga ke tingkat warga. “Kami menerapkan konsep ''Mang Jaka'' yakni Masyarakat nyang Jaga Kampung. Jadi, tidak lagi mengedepankan aparatur pemerintah atau lembaga, badan yang terkait dengan Satgas Covid 19 tetapi kita sebar hingga lini terbawah, hingga orang per orang memiliki peran dan tanggung jawab untuk mencegah Covid 19,” ungkapnya. Program Mang Jaka menitikberatkan lima sektor area yakni sektor industri, pariwisata, sentra ekonomi (pasar, mal), sektor moda transportasi dan sektor permukiman.

“Semua berharap, tak ada lagi klaster klaster baru di kawasan industri Kabupaten Bekasi, apabila protokol kesehatan dijalankan dengan baik,” pungkasnya. Diakhir kunjungan, Kapolda bersama rombongan menghadiri launching “Masker Sehati” di Maxxbox Orange County Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. Acara tersebut ialah penyematan ban lengan, rompi dan masker kepada gugus tugas Covid 19 perwakilan masing masing kawasan industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *