Kronologi Seorang Pria di Deli Tua Bakar Rumah Berisi Mantan Istri & 3 Anaknya



Seorang pria di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara melakukan upaya percobaan pembunuhan terhadap mantan istri dan tiga anaknya. Pelaku berinisial NJS (63) memukuli anaknya dan membakar rumah yang ditinggali mantan istri dan buah hati mereka. Nova Manalu (35), tetangga korban, menuturkan, pelaku dan korban dikabarkan telah bercerai dua bulan lalu.

"Kita baru tahulah tadi malam itu (Rabu, 8/7/2020) bahwa tetangga yang lain menuturkan bahwa mereka sudah cerai, itu penuturan dari tetangga sekitar sini," ujar Nova Manalu, Kamis (9/7/2020). Menurut dia, setelah peristiwa pembakaran rumah itu, warga sekitar langsung berbagi informasi terkait rumah tangga NJS. Sementara itu, di lokasi kejadian telah terpasang garis polisi.

Kondisi rumah terlihat berantakan. Di bagian teras rumah tampak puing puing kaca berserakan dan kain kain bekas terbakar. Terkait kondisi ketiga anak tersebut, warga menyebutkan kondisi terparah dialami si anak bungsu.

"Ibunya sih tidak terlalu parah, kalau anak yang pertama itu kepalanya dijahit, anak yang kedua banyak bekas tonjokan karena biru biru muka dia, kalau yang ketiga si perempuan itu punggungnya yang kena luka bakar karena kainnya sudah habis, nah setelah dibuka mamaknya baru keliatan luka bakarnya," ujarnya. Nova Manalu juga mengaku sempat mendapatkan cerita dari anak sulung korban. "Kata si anak pertama mereka itu, yang berhasil loloskan diri, bahwa cekcok sebelumnya gara gara si istri disuruh masakkan mi instan malam malam. Istri enggak mau, lalu katanya pelaku itu menyuruh ketiga anaknya. Dari situlah cekcok itu, dan terjadilah pemukulan dan kebakaran itu," ujar Nova Manalu, Kamis (9/7/2020).

Warga lainnya, Saut Situmorang yang turut serta membantu korban, menceritakan pelaku NJS beserta para korban berada di dalam rumah saat kejadian tersebut. "Pas awal ya, pas aku datang, itu kejadiannya, si bapak masih di dalam rumah. Saya lihat dah ada asap, cuma api belum kelihatan," ujar Saut. Dia menyatakan bahwa sejak ada suara minta tolong, warga sekitar langsung berkumpul mencari tahu apa yang terjadi.

"Saat itu warga sudah ada, sekitar empat atau lima orang lah, setelah ada kedengaran minta tolong," lanjutnya. Namun, warga kesulitan membantu lantaran ada jeruji besi di rumah tersebut. Warga awalnya mencoba menerobos dengan melempar gerbang menggunakan batu.

Upaya itu tak membuahkan hasil. "Warga itu lempari pake batu agar gerbang itu terbuka, soalnya rumah itu ada gerbangnya, pake jeruji itu semua, makanya susah orang bantunya, dan itu pun terkunci dari dalam," tambahnya. Kemudian, anak yang paling besar pun berhasil meloloskan diri setelah berusaha melawan ayahnya.

"Si anak yang paling besar akhirnya bisa keluar dari jendela, tapi baru setengah badan si anak keluar dari jendela, si bapak udah hantam si anak pake jemuran besi, pake galon. Anak itu jatuh ke lantai dan sempoyongan, dah lemas," lanjutnya. Si anak tersebut kemudian berupaya mendekatkan ayahnya kepada warga yang telah menunggu di balik jeruji rumah. "Akhirnya, warga semangati anaknya, 'lawan bapakmu, piting bapakmu'. Tiba tiba bisa juga dipitingnya, lalu si bapak ditarik ke arah jeruji rumah yang keadaan tergembok, kita pun tahan bapaknya itu," lanjutnya.

"Pada saat si bapak sudah kami amankan dari luar jeruji, si ibu keluar dari kamar. Itu kondisi kamarnya sudah terbakar. Lalu, warga bilang agar diambilkan kunci," sambungnya. Akhirnya pintu gerbang rumah itu berhasil dibuka oleh si anak. Warga kemudian membantu evakuasi ibu dan tiga anaknya tersebut.

"Saat itulah warga bisa masuk dan bantu semua keluarga. Kita juga sebagai warga sudah panik akibat situasi tersebut. Kita enggak fokus lagi sama si pelaku karena api sudah besar dan korban masih di dalam," ujarnya. Menurut dia, saat itulah pelaku berhasil melarikan diri. Warga pun berharap pelaku bisa ditangkap secepatnya.

Sementara itu, informasi lain yang beredar, yakni pemicu pelaku membakar rumah mantan istrinya tersebut diduga akibat permasalahan rumah tangga. Di mana pada Selasa (7/7/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, Noah Jit Seng datang ke rumah mantan istrinya, HE yang berada di Lingkungan V, Kelurahan Delitua Timur, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang. Kedatangan dirinya diduga untuk meminta berhubungan badan.

Namun Herlina menolak karena di antara mereka sudah bercerai sekitar dua bulan lalu. Diduga tidak terima jawaban dari mantan istrinya, pelaku marah hingga terjadilah pertengkaran hebat di antara keduanya. Setelah perdebatan itu, pelaku meminjam sepeda motor milik korban.

Namun, tidak diindahkan korban, sehingga menyebabkan pertengkaran pun semakain memuncak. Dengan keadaan emosi, pelaku pergi meninggalkan rumah mantan istrinya itu. Bukan kembali ke kediamannya, pelaku diduga pergi untuk membeli bensin.

Sekitar pukul 01.00 WIB, pelaku kembali ke rumah mantan istrinya dan langsung melemparkan bensin ke dalam kamar rumah, dan kemudian membakarnya. Setelah itu pelaku melarikan diri. Mengetahui anak anak korban tengah tidur di dalam, HE pun menjerit jerit dan minta tolong.

Mendengar jeritan korban, warga pun berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Tak lama berselang, satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) datang untuk memadamkan kobaran api. Sementara ketiga anak korban mengalami luka bakar dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sembiring Delitua guna mendapat perawatan medis.

Dalam hal ini, kasusnya tengah ditangani Polsek Deli Tua dan rumah korban sudah dipasang Police Line. Sementara pelaku masih dalam pencarian pihak berwajib. Atas kejadian tersebut, Camat Deli Tua, Wakil Karo karo, didampingi Lurah Deli Tua Timur, dan Ketua FKDM mendatangi rumah korban, dan menjenguk ke 3 anak korban di RS Sembiring Delitua.

“Saya berharap, pelakunya segera ditangkap, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Wakil Karo karo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *