Lima Polisi Diperiksa Propam Polda Sulsel Terkait Insiden Penembakan yang Menewaskan Seorang Warga



Sebanyak lima anggota polisi diperiksa Divisi Propam Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan terkait insiden penembakan tiga warga di Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Minggu (30/8/2020) dini hari tadi. Adapun tiga warga yang terkena tembakan adalah Anjas (23) dengan luka di kepala, Ammar (18) dan Iqbal (22), keduanya luka tembak di kaki. Menurut Ibrahim, anggota kepolisian terpaksa memberi tindakan tegas dengan penembakan karena melakukan pengeroyokan terhadap anggota Polri, meskipun sudah diberikan tembakan peringatan.

Dari penjelasan Kapolsek Ujung Tanah AKP Ridwan melalui Ibrahim Tompo, saat itu anggotanya melakukan penyelidikan di sekitar Jl Barukang dan Jl Bolu. Mereka melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan terhadap MR, pada tanggal 26 Agustus 2020 lalu, yang dilakukan oleh NA warga Jl Sabutung Baru, Kecamatan Ujung Tanah. Saat menyelidiki pelaku kasus pengeroyokan yang terjadi pada hari Rabu lalu, ketika itu anggota bertanya kepada kelompok orang yang sedang minum minuman keras.

"Namun karena merasa terganggu, tiba tiba mereka menyerang dan mengeroyok petugas tersebut dan meneriaki maling, sehingga massa banyak yang ikut untuk memukul dan melempar," ujarnya. Mendapat informasi pengeroyokan tersebut, Tim Respon Polres Pelabuhan dan anggota Polsek Ujung Tanah dipimpin Kapolsek Ujung Tanah AKP Ridwan menuju TKP. Ia menjemput 3 orang anggota Polsek Ujung Tanah yang sudah dalam keadaan terkepung oleh warga.

Namun massa tetap melakukan pelemparan dan pengeroyokan terhadap 3 anggota Polsek tersebut. Bahkan menyerang Tim Resmob Polres Pelabuhan karena merasa terdesak diserang dan sudah membahayakan jiwa. Begitu pula polisi sudah memberikan tembakan peringatan tetapi masih melempar dan menyerang petugas, sehingga anggota terpaksa mengeluarkan tembakan.

"Terkait kejadian tersebut propam tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap prosedur yang dilaksanakan oleh anggota saat bertugas, " kata dia. Tiga pemuda diduga menjadi korban penembakan di Jl Barukang, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Minggu (30/8/2020) dini hari. Sementara itu salah satu orang tua korban, Jawad (52) mengatakan, pada saat kejadian dirinya sedang tidur di rumah dan terbangun karena mendengar suara tembakan.

"Kejadiannya itu di Barukang dekat rumah sekitar jam 02.00 Wita. Pada saat itu saya tidur dan terbangun karena dengar suara tembakan, saya kira petasan ternyata polisi menembak," katanya saat ditemui di RS Bhayangkara. Ia menceritakan, anaknya pada saat itu menginap di rumah temannya yang tak jauh dari rumahnya sendiri. "Anakku ke luar mau pergi bermalam di rumah temannya. Kan tetangga toh karena subuh subuh nanti luar di tempat pelelangan," ujarnya.

Setelah itu, Jawad rumah dan melihat anaknya sudah tertembak. "Anak saya Anjas sedang kritis, dia terkena tembakan di kepala dan dua temanya terkena tembakan di kakinya," ucapnya. Ia mengaku, pada saat itu, tak ada perang kelompok atau tawuran di sekitar lokasi kejadian tersebut.

Setelah peristiwa itu, warga setempat mengejar polisi yang berada di lokasi. "Sempat dikejar sama warga. Gabungan polisi dari Polres sama Polsek," kata dia. Terpisah, Ketua RW 03 RT 2 Nuraini mengatakan dirinya dibangunkan oleh anaknya karena ada suara tembakan.

Setelah ke luar rumah dan mengecek ke warga, ternyata ada tiga orang yang sudah terluka. "Kita bawa ke RS Jala Ammari TNI AL tapi ditolak karena tidak ada yang bisa operasi. Kemudian kita bawa ke RS Bhayangkara dan saat ini dalam perawatan," ujarnya. Belakangan, Anjas (23), salah satu dari tiga korban penembakan oleh oknum polisi di Jl Barukang, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar meninggal dunia.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Muhammad Kadarislam Kasim membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan, pihaknya kini melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban atas kejadian tersebut. "Iya benar meninggal dunia, kita sementara kesana koordinasi dengan rumah sakit mau dibawa ke rumah korban," katanya.

Kata Kadarislam, tidak menutup kemungkinan akan bertambah jumlah anggotanya yang diperiksa oleh Propam Polda Sulsel. Kadarislam menyebut anak buahnya menggunakan peluru tajam saat berada di lokasi. "Akan bertambah (anggota) yang diperiksa, dugaan sementara salah tembak lah, iya peluru tajam," ujarnya.

Salah satu orang tua korban Rahma mengatakan, korban Anjas meninggal sekitar pukul 15.40 Wita. "Sekitar pukul 15.40 korban Anjas meninggal dunia. Sebelumnya kan dia (Anjas) memang kritis," ujarnya saat ditemui di lokasi. Pantauan di RS Bhayangkara, sekira pukul 16.30 Wita keluarga serta kerabat korban berkumpul di dalam RS Bhayangkara.

Tampak polisi sedang berjaga di depan pintu masuk RS Bhayangkara Makassar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *