Menlu RI Minta Tiongkok Usut Tuntas Kasus Eksploitasi ABK Asal Indonesia



– Indonesia meminta pemerintah Tiongkok mengusut kasus pelanggaran hak asasi manusi (HAM) terhadap anak buah kapal (ABK) Indonesia secara total. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno Marsudi dalam konferensi pers daring dengan media internasional berharap pemerintah Tiongkok dapat memenuhi janjinya. “Saya benar benar berharap, bahwa pemerintah Tiongkok akan memenuhi janji mereka untuk menyelidiki kasus ini secara total,” ujar Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Di depan media asing, Retno Marsudi menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti masalah ini melalui proses hukum, baik oleh pihak berwenang di Indonesia maupun oleh otoritas Tiongkok. Pada hari Minggu (10/5/2020) Menlu telah mengumpulkan sejumlah informasi terkait apa yang mereka dihadapi para ABK Indonesia selama bekerja di kapal ikan. Sebelumnya menemui kru kapal pada Minggu lalu, Menlu juga telah bertemu dengan tim investigasi Kepolisian RI dan kembali melakukan pertemuan dengan tim investigasi dengan Kepolisian RI kemarin, Rabu (13/5/2020).

“Saya mengadakan pertemuan dengan tim Investigasi dan langsung dipimpin oleh kepala agen investigasi kriminal, dan saya sangat senang mendengar komitmen kuat polisi untuk menindaklanjuti kasus kasus tersebut,” katanya Duta Besar RI di Beijing juga telah melakukan pertemuan dengan Kemlu Tiongkok untuk menindaklanjuti kasus pelanggaran HAM tersebut pada Senin (11/5/2020). Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan hak hak para ABK Indonesia terpenuhi.

“Kemudian di atas proses hukum Departemen Luar Negeri baru kemarin pertama kali mereka melakukan pertemuan antara perusahaan dan keluarga dari dua kru yang meninggal, antara lain untuk memastikan penyelesaian hak keuangan para kru serta memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait kematian para kru,” ujarnya. Penyidik Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara kasus dugaan TPPO terhadap 14 WNI yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Long Xing 629 Cina. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan penyidik menemukan ada unsur tindak pidana dalam memberangkatkan 14 ABK ke Busan, Korea Selatan sehingga penyidik menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Terpisah Kasubdit III Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol John Weynart Hutagalung mengaku pihaknya akan segera mengirim Surat Tanda Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan TPPO pada 14 ABK ke Kejaksaan Agung (Kejagung). "Karena sudah naik ke penyidikan. Kami lapor ke pimpinan dan mengirim SPDP ke JPU Kejagung," ungkap John. Pihaknya menambahkan saat ini penyidik masih terus menggilir pemeriksaan beberapa saksi, termasuk crew kapal.

Untuk diketahui belakangan viral sebuah video adanya jenazah ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal China dilempar ke tengah laut. Video ini menunjukkan upacara pemakaman yang dilaksanakan di atas kapal. Setelah upacara, jenazah kemudian dibuang ke laut. Ini berawal dari televisi MBC di Korea Selatan yang memberitakan dugaan pelanggaran HAM pada sejumlah ABK Indonesia di kapal milik China. Berita ini tayang pada Rabu (6/5/2020).

Tayangan di Stasiun MBC itu berjudul ekslusif kerja satu hari 18 jam dan kalau meninggal akibat penyakit langsung dibuang ke laut. MBC mengaku mendapat rekaman setelah kapal bersandar di Pelabuhan Busan Korea Selatan Konten tayangan ini menjadi trending topik kelima di YouTube Korea Selatan. Berita itu akhirnya viral di Iindonesia setelah pemilik akun YouTube Korea, Jang Hansol menerjemahkan ke Bahasa Indonesia melalui akun pribadinya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan ada tiga ABK Indonesia yang meninggal dunia di kapal China dan dilarung ke laut. Sementara itu, satu ABK meninggal di rumah sakit. Tiga ABK Indonesia ini merupakan awak kapal dari kapal Long Xing 629.‎ Buntut dari peristiwa itu, sebanyak 14 ABK Indonesia yang bekerja di kapal China Long Xing 629 dipulangkan ke Indonesia dari Busan, Korea Selatan. Mereka tiba di tanah air pada Jumat (8/5/2020) dan langsung menjalani masa karantina selama 14 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *