Para Remaja Temukan Mayat dalam Koper saat Syuting Video TikTok



Sekumpulan remaja di Seattle yang sedang bermain TikTok menemukan koper misterius di tepi pantai. Mereka sengaja merekam penemuan itu lewat aplikasi TikTok dengan nama akun @ughhenry. Dalam video tersebut tertulis, para pemuda itu penasaran apa isi dalam koper misterius itu.

Dikutip dari Insider, peristiwa itu terjadi pada 19 Juni lalu. Mereka bercanda dan menduga kemungkinan isi koper tersebut adalah uang dalam jumlah yang tak sedikit. Kemudian gadis berkaus ungu mendekat dan mencoba membuka koper tersebut.

Namun saat mendekat gadis itu mengatakan jika isi koper bebau sangat menyengat. "Itu sangat bau," ujar gadis itu. Ia mengintip isi koper menggunakan rantai pohon.

Karena khawatir, mereka tak membuka isi koper tersebut. Bahkan mereka menduga isi koper itu antara makanan basi atau mayat manusia. Mereka lalu memutuskan untuk menghubungi polisi.

Ternyata isi dalam koper misterius tersebut adalah mayat manusia. Tak hanya satu, melainkan ada dua mayat sekaligus. Selain koper hitam, masih ada koper lain yang berada di dekat air pantai.

Dilansir , detektif berhasil mengindentifikasi identitas mayat tersebut. Identitas mayat tersebut adalahJessica Lewis (35), dan Austin Wenner (27). Kantor Penguji Medis King County mengatakan Jessica dan Austin tewas tertembak beberapa hari sebelumnya.

Pihak berwenang menanggapi kejadian setelah menerima panggilan tas yang mencurigakan di pantai. Detektif Kepolisian Seattle Mark Jamieson membenarkan bahwa video TikTok tidak diposting sampai hari berikutnya, "Kami berbicara dengan orang orang yang terlibat dan mereka membenarkan beberapa informasi," kata Jamieson.

"Anak anak menemukan tas di pantai, baunya menyengat, mereka lalu menelepon 911." "Petugas pergi ke sana dalam waktu sekitar satu setengah jam," papar Mark. Keluarga Jessica, Gina Jaschke tak menyangka peristiwa nahas ini terjadi pada keponakannya yang pengasih.

Jessica Lewis merupakan ibu dari empat anak, dan Austin Wenner adalah kekasihnya selama delapan tahun terakhir. "Dia seperti orang yang paling peduli," kata Jaschke mengambarkan sosok keponakannya. Di mata Jaschke, Jessica sangat berhati yang besar meski harus bekerja bersamanya yang penuh dengan keterbatasan.

"Mereka hanya orang normal yang baik." "Tidak ada yang layak atas apa yang terjadi pada mereka," ujar Jaschke pada . Jaschke mencoba melacak pelaku pembunuhan menggunakan aplikasi GoFundMe.

"Apa yang bisa saya lakukan adalah menjaga ini tetap hidup dalam pikiran semua orang," katanya. "Seseorang tahu sesuatu. Seseorang melihat sesuatu, mereka mungkin takut untuk mengatakan apa pun," lanjutnya. Jaschke mengatakan jika anak anak Jessica berhak mendapatkan jawaban dan keadilan.

“Saya ingin seseorang membayar untuk apa yang telah mereka lakukan,” katanya. “Dan jika itu memberikan semacam penghiburan bagi keluarga saya, saya akan melakukannya. Karena mereka sangat hancur. ”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *