Siswa di Kediri akan Masuk Sekolah Seminggu Sekali Sekelas Hanya Diisi 10 Orang Rencana New Normal



Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sudah melakukan persiapan jika tatanan new normal diterapkan. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko menyampaikan, pelajar di Kediri rencananya akan masuk seminggu atau sebulan sekali. Nantinya hanya ada 10 hingga 15 siswa dalam satu kelas tersebut.

Jarak tempat duduk akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid 19. "Kalau nanti memang diterapkan new normal, sehingga tidak muncul paparan Covid 19 gelombang kedua." "Kami rencanakan masuk (sekolah) satu minggu atau satu bulan per tingkat," ujarnya, dikutip dari YouTube , Jumat (29/5/2020).

"Satu hari itu satu kelas, misal kelas 1 saja. Tempat duduk diatur protokol Covid 19." "Satu kelas itu diisi dengan 10 15 anak, sehingga semua ruangan digunakan," jelas Sujud. Senada dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan, guru SMPN 1 Ngasem, Sri Anik mengungkapkan, ruangan kelas di sekolahnya akan diisi dengan 10 murid saja.

Ia berharap, pengaturan ruangan kelas saat diterapkan tatanan new normal tersebut agar murid tidak terjangkit virus corona. "Sudah di planning nanti satu kelas itu 10 anak, nanti diajar oleh gurunya." "Sehingga dengan (pandemi) corona seperti ini, anak anak tidak terjangkit penyakit," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini para siswa sudah rindu ingin kembali belajar di sekolah. "Anak anak bisa masuk sekolah, karena anak anak sudah rindu masuk sekolah," imbuhnya. Selama belajar di dalam kelas, para siswa akan mendapatkan pembelajaran dan diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.

Pada minggu ke dua, mereka kembali masuk dengan mengumpulkan tugas yang telah diberikan. Nantinya masa pengenalan siswa juga hanya dilakukan secara daring untuk menghindari kerumunan. Meski telah mempersiapkan berbagai program pembelajaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri masih menunggu keputusan pemerintah pusat soal pemberlakuan new normal.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyampaikan, pihaknya akan mengkaji protokol kesehatan new normal yang akan diterapkan di sektor pendidikan. Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan untuk membuat protokol kesehatan tersebut. Kerja sama tersebut karena protokol di pesantren hingga perguruan tinggi nantinya berbeda.

"Kami akan melengkapi semua protokol protokol dengan juga berbicara dengan kementerian lain," ujarnya, dikutip dari YouTube , Rabu (27/5/2020). Menurutnya, protokol kesehatan yang akan diterapkan di pesantren membutuhkan peraturan yang detail. "Supaya tidak ada salah persepsi, khususnya pada pesantren kan itu butuh detail sekali, karena itu kami dengan Kementerian Agama."

"Dengan kementerian pendidikan, kami akan tetap berdiskusi dan bersama sama membantu membuat protokolnya," jelas Terawan. "Supaya berbeda untuk yang SMA, SMP, SD, TK, playgroup, itu pasti berbeda beda. Untuk yang mahasiswa pasti juga berbeda. Karena itu perlu untuk detail dan jelas," lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *