Viral Curhat Gadis Kenang Pacar yang Meninggal, Pesan Terakhir Kekasih Memintanya Tunggu di Bandara



Cerita cinta dipisahkan maut yang dibagikan gadis bernama Elsya Sandria viral di media sosial. Melalui Twitter @elsyandria, pada Sabtu 25 Januari 2020, Elsya menulis kisahnya bersama kekasih hati yang bernama Reza Arci Pradana Yantoro. "Saya pernah mempunyai kisah yang sangat indah , kisah dimana kita tidak ditakdirkan bersama namun dia pergi meninggalkan hal terbaik selamanya.

Teruntuk Alm Reza Arci Pradana Yantoro. November 2018," tulis Elsya mengawali cerita. Meski saling mencintai dan punya cita cita menikah, takdir ternyata berkata lain.

Reza meninggal dunia dalam perjalanan menuju bandara ketika ia hendak liburan bersama Elsya ke Banyuwangi. Elsya sempat menunggu kedatangan Reza selama 6 jam di bandara. Tapi Reza ternyata tak pernah datang karena kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya.

Dalam Twitternya, Elsya mengenang kali pertama bertemu dengan Reza. Keduanya bertemu di sebuah kedai es krim di kota Yogyakarta. "Kala itu bersama takdir yang sangat baik, saya bertemu seseorang yang menghampiri saya yang sedang menikmati ice cream di tempo gelato jogjakarta, 2 agustus 2017 .

Pria itu menghampiri saya dengan penuh senyuman seolah olah telah mengenali saya sudah lama. Dan ternyata dia memang sudah mengenaliku lebih dulu sampai akhirnya dia memutuskan menghampriku disaat dia sedang dinas hanya untuk menyapaku, kala itu kami menjadi teman yang baik. Bertukar cerita tentang traveling,photography serta bisnis.

Saya tidak pernah menyangka pada akhirnya akan jatuh cinta pada sosoknya, karena memang saya dan dia terbiasa berteman kemudian rasa suka itu ada karena saya percaya dia memang sosok luar biasa. Itu terjadi ditahun 2018 setelah pertemuan kami dijogja dulu." Berawal dari pertemanan, Elsya dan Reza mulai saling jatuh cinta.

Keduanya mulai mengembangkan hubungan menjadi sebuah romansa. Mereka menjalani asmara dengan santai, namun punya cita cita yang sama yakni menikah. Elsya dan Reza bahkan sudah merencanakan masa depan bersama dari tabungan, rumah, dan usaha.

"Kami berdua menjalankan hubungan ini begitu santai tapi yakin akan sampai tujuan, terlebih ketika kedua orang tua kami setuju rasanya seperti dunia berpihak padaku. Indah sekali ~ Tidak pernah rasanya tidak jatuh cinta pada dia disetiap harinya. Hingga suatu hari di dalam perasaan yang semakin yakin tentang sebuah pilihan masa depan, saya dan dia sampai pada pembahasan pernikahan, mulai dari biaya menikah yang harus ditabung, rumah yang harus dicicil,usaha yang harus dibangun.

Kami fokus pada tujuan tujuan itu. Pada akhirnya kita lupa bahwa ya kita hanya bisa berencana, tapi kita lupa bahwa entahlah takdir akan membawa kita pada kemana, pernah ada satu titik dimana saya tidak yakin padanya dan menyadari bahwa dia akan pergi begitu saja. (Mood cewek pada saat itu )

Dan dia selalu meyakinkan saya dengan hal hal sederhana yang dia bisa lakukan, tapi entahlah pada saat itu semakin dia menujukan hatiku semakin takut sekali kehilanganya." Suatu hari, Reza memberi kejutan dengan menghadiahi Elsya trip ke Banyuwangi. Elsya yang hobi traveling senang saja dengan hadiah tersebut.

Apalagi mereka berencana menikmati liburan bersama. Elsya tak menyangka jika liburan itu menjadi janji terakhir Reza yang tak pernah bisa ia tepati. "Sampailah pada waktu dimana kami jarang sekali bertemu karena sibuk perkerjaan masing masing hingga akhirnya dia menghadiahkan ku trip kebanyuwangi sebagai pelepas lelah bekerja dan penat pada saat itu, senang sekali rasanya karena saya sangat suka main ke alam.

Satu minggu sebelum kami berangkt kebanyuwangi, dia memintaku untuk menemani nonton pertandingan bola di GBK, sedikit memaksa tapi memang itu pertama dan terakhir aku menemani dia nonton bola disana . Hari demi hari telah berjalan, hingga dekat sekali dengan pergi liburan,anehnya perasaan ini tidak yakin ingin pergi,rasanya seperti takut,tapi tidak tau ketakutan apa yang akan dihadapi,hingga dia meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa apa disana dan akan berujung indah. November 2018 saya menemani dia pergi kekondangan marathon, saat itu capek sekali karena dalam keadaan macet dan hujan deras dia ingin sekali pergi dan bertemu teman”nya, itulah saya pertama kali mengenal teman”nya lebih luas dan terakhir kalinya juga."

Hari itu, hari seharusnya mereka berangkat ke Banyuwangi, Elsya menunggu dengan sabar di bandara. Reza sempat mengirim pesan ke Elsya memintanya menunggu, namun pesan itu ternyata pesan terakhir dari Reza. "8 november 2018, di jam 03.00 wib saya sampai diterminal 2 soeta dan menunggu kedatangannya, pesawat jam 06.00 dan dia masin menelfon dengan gaya khas bercandanya dan selalu bilang “ bentar lagi aku sampai sayang” saya menunggu dengan sabar. 4.30 terkahir dia memberi kabar.

Kemudian hilang, saya masih tenang karena ya waktunya shalat subuh, dia pasti mampir kemusolah dan mungkin salah turun terminal, masih tetap tenang mencoba tenang dan yakin dia akan sampai. Itu yang selalu saya fikirkan. Akhirnya saya sadar bahwa ada hal yang tidak baik baik saja yang saya rasakan, kemana dia? Kenapa hp nya tidak aktif? Kenapa dia hilang? Jam 05.30 saya mulai mencari dia kesemua orang yang saya kenal dan sambil berlari lari dibandara mencarinya. Tidak memikirkan boarding,tidak memikirkan kata terlambat apapun pada saat itu,hanya fokus mencari,menunggu,berlari,berteriak memanggil, menenangkan diri sendirian sampai saya menyerah setelah 6 jam. Saya pasrah…

Hingga akhirnya saya mendapatkan kabar darinya perihal dia telah mengalami kecelakaan, dengan menguatkan diri sendiri , mencoba mengendalikan hati dan pikiran,istigfar yang tiada henti saya yakin dia dalam keadaan baik baik saja, saya memejamkan mata dan meminta kuatkan saya dulu." Ketika tiba di rumah sakit untuk melihat kondisi kekasihnya, Elsya justru melihat Reza telah berada di ruang jenazah. Rencana liburan mereka pun hancur sudah.

Hari itu, maut memisahkan keduanya. "Semua orang memikirkan bagaimana saya tidak tahu hal yang sebenarnya terjadi, tapi pada akhirnya saya sampai pada rumah sakit yang dimana saya yakin dia ada di igd tapi ternyata… Ruang jenazah yang dingin,dibalut kain putih dan terbujur kaku, dia kini ada disana.

Sesak, hampa, seperti ada lubang besar dan dalam yang tiba tiba terbuka dalam diri saya. Senyap, disekitar saya jadi senyap. Hampa sekali sampai saya merasakan sakit. Hampa menyakitkan. Ada ruang kosong yang sedemikian besar mengangga secara tiba tiba. Hancur,lebur ,seperti tersambar petir disaat cuaca sedang baik baik saja,seperti bunga yang dipetik ketika sedang mekar, seperti jantung yang diambil secara paksa. Melihat dia pergi selama lamanya. Salah apa saya ya Allah? Ucapku pada waktu dimana aku belum mengerti semuanya.

Hingga akhirnya saya melihat dia, memandangi dia dan berbisik padanya “ kenapa pergi disaat belum menepati janji? Yuk ikut aku pulang,aku sudah jemput kamu tapi kamu bangun ya?” Saya memohon padanya dengan permohonan seperti orang yang sangat meminta. Alhamdulilah saya melihat dia sangat indah di hari itu, tampan sekali, hingga saya menguatkan diri di satu hari itu untuk menemani dia sampai ditutup seluruh tanah dan hanya menyisakan luka.." Kehilangan kekasih hati membuat Elsya harus berjuang untuk ikhlas.

Meski merasakan sakit karena kehilangan, Elsya bersukur karena dia menjadi wanita yang menemani Reza hingga hari terakhirnya. "Saya senang sekali di akhir hidupnya sayalah wanita yang menemaninya ,walapun tidak lama bersamanya tapi Tuhan mentakdirkan jalan seperti itu untuk kita, Reza sosok luar biasa untukku dan banyak orang, selalu ingin menjadi yang terbaik dalam setiap hal yang dia bisa lakukan. Tidak mudah sampai dititik ini ,proses yang lama dengan pergolakan batin yang ada,tapi ketahuilah kita akan sampai pada puncaknya, saya mengerti bahwa ada hidup yang harus saya lakukan dan dia pasti bahagia melihat saya dititik sekarang, sampai kapanpun dia tetap selalu ada.

Hanya bedanya tidak terlihat namun terasa, saya tetap melanjutkan hidup,mencari kisah cinta yang baru,tapi dia tetap dihati saya selamanya , terimakasih telah memilih saya ini, saya ternyata kuat ya. Allah selalu punya alasan terhadap hal apapun yang terjadi didunia ini. Ini mungkin bisa dikatakan bahagia yang sesungguhnya, bahagia ketika bisa terlepas dari hal yang selama ini menyesakkan dada dan membuat kita sedih dan terpuruk terus menerus. Akhirnya aku mampu menemukan jalan damai itu, berdamai dengan masa lalu dan diri sendiri. Dan yang mesti teman teman pahami titik terendah bukanlah titik terakhir. Semua orang akan pergi, hanya saja waktunya yang berbeda.

Reza sudah bahagia disana, temptnya inshaAllah indah, terimakasih sudah membuat cerita hidup sehebat ini. Al fatihah."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *