Kontribusi Zlatan Ibrahimovic bersama AC Milan pada musim ini tak perlu diragukan lagi. Pemain berposisi striker tersebut berhasil menunjukan kematangannya sebagai sosok panutan baik di dalam maupun luar lapangan. Vitalnya peran striker yang didatangkan pada transfer musim dingin lalu tersebut membuat pihak AC Milan ingin kembali memakai jasanya.

Negosiasi perpanjangan kontrak Zlatan Ibrahimovic dengan AC Milan masih berlangsung. Tadinya diperkirakan akan mulus karena hasil bagus AC Milan pada paruh kedua kompetisi 2019 2020, negosiasi kontrak kini menggantung karena Zlatan Ibrahimovic meminta gaji yang sangat tinggi. Zlatan Ibrahimovic diketahui meminta bayaran 7,5 juta euro per musim.

Angka itu lebih tinggi daripada bayarannya musim lalu, yang hanya sekitar 3 juta euro selama setengah musim. Bayaran 7,5 juta euro per tahun akan membuat Ibrahimovic menjadi pemain bergaji tertinggi di AC Milan, melewati Gianluigi Donnarumma yang sebesar 6 juta euro per tahun. Ada alasannya mengapa Ibrahimovic meminta gaji yang sangat tinggi kepada AC Milan.

Seperti dikutip Bolasport.com dari Pianeta Milan, Zlatan Ibrahimovic merasa pantas dibayar mahal karena dia mengerjakan tiga fungsi sekaligus dan hal itu sudah dilakukannya pada musim lalu. Striker pada 3 Oktober nanti akan berusia 39 tahun itu menjadi pemain, mentor, sekaligus psikolog. Peran sebagai pemain memang sudah tidak bisa dibantah.

Kehadiran Ibrahimovic terbukti membuat AC Milan mendapatkan hasil hasil yang lebih bagus, termasuk tak terkalahkan dalam 12 laga setelah lockdown. Peran kedua sebagai mentor, Ibrahimovic telah membimbing pemain pemain muda AC Milan sehingga mereka menjadi lebih baik. Fungsi Ibra dalam hal ini terutama diperuntukkan bagi penyerang belia Rafael Leao.

Striker muda Portugal itu terbukti menjadi lebih bagus setelah dibimbing Ibrahimovic. Pasca lockdown, ia mencetak 4 gol walaupun sering hanya menjadi pemain pengganti. Sebelum lockdown, Rafael Leao hanya mencetak 2 gol, di mana salah satunya dibukukan dalam laga melawan Cagliari (11/1/2020) ketika dia bermain bersama Ibrahimovic yang baru bergabung ke AC Milan.

Peran ketiga sebagai psikolog juga dilakukan Ibra saat dia membawa pengaruh positif ke ruang ganti dan mengubah mentalitas para pemain yang sebelumnya kelihatan mentok. Karakter pemenang Ibra ikut berperan menaikkan performa pemain seperti Ismael Bennacer, Franck Kessie, Hakan Calhanoglu, dan Ante Rebic sehingga mereka tampil lebih oke di paruh kedua kompetisi. Tiga pekerjaan sekaligus dilakukan Ibrahimovic sehingga dia pun menuntut gaji yang lebih tinggi di AC Milan.

Seperti dikutip dari Pianeta Milan, Ibra berargumen bahwa kehadirannya telah menguntungkan AC Milan dari segi ekonomi. Dalam latihan dan pertandingan, dia berkontribusi menaikkan performa sejumlah rekan setim, yang kini di atas kertas jadi memiliki nilai lebih tinggi di pasar pemain. Akan tetapi, manajemen AC Milan kelihatannya bergeming dengan permintaan sang striker raksasa ini.

AC Milan merasa tawaran 6 juta euro per tahun sudah cukup dan mereka yakin Ibrahimovic pada akhirnya akan menyetujui. Pasalnya, Ibrahimovic sendiri bakal sulit menemukan klub yang mau menggajinya sebesar apa yang ditawarkan AC Milan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *